Beranda Berita Photo 16 Tahun Lamanya, Ari ‘Si Kulit Bersisik’ Berjuang Jalani Hidup

16 Tahun Lamanya, Ari ‘Si Kulit Bersisik’ Berjuang Jalani Hidup

BERBAGI
Ari Wibowo, Bocah 16 Tahun Asal Pondok Aren Tangsel (Dok. Liputan 6)
Ari Wibowo, Bocah 16 Tahun Asal Pondok Aren Tangsel (Dok. Liputan 6)
Ari Wibowo, Bocah 16 Tahun Asal Pondok Aren Tangsel (Dok. Liputan 6)

Pondok Aren, BTCom – Warga Jalan Palem Indah, RT 07/01, Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten Kembali simpati dan dikejutkan dengan perjuangan panjang anak 16 tahun yang menderita penyakit kulit disekujur tubunya.

Ari Wibowo remaja berusia 16 tahun asal Pondok Pucung Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, Buah hati dari pasangan Mutali dan Ernawati tak pernah menginginkan kulit tubuhnya kaku dan mengelupas seperti ular.

Sejak dilahirkan pada tahun 1997 lewat operasi caesar di Rumah Sakit Muhammadiyah, Kebayoran Baru, Jakarta, kulit Ari berwarna sudah merah, menginjak usia satu tahun sisik di tubuh Ari mulai muncul. Kulitnya mengering dan pecah-pecah. Berbagai cara telah dilakukan keluarga untuk mengobati Ari. Keluarga telah mencoba beragam cara demi kesembuhan Ari, mulai dari pengobatan medis biasa hingga pengobatan altenatif. Sayang, hasilnya nihil.

16 tahun sudah dijalani Ari dengan penuh perjuangan. Dimana setiap beberapa menit sekali dia harus menyiramkan air ditubuhnya agar tidak kering. Sang nenek, Masnah yang setia membantu Ari untuk selalu membalurinya dengan salep khusus. Dalam sehari, ia harus sesering mungkin merendam atau membasahi kulitnya guna meminimalisasi agar tidak pecah-pecah kulitnya. Salep kulit pun tak ketinggalan diolesi ke sekujur tubuhnya

Kulit diseluruh anggota tubuhnya terlihat bersisik kering dan pecah-pecah, bahkan jari-jari tangannya pun tidak sempurna, kedua daun telinganya harus melekat dengan kulit kepala ditambah kepala yang tak ditumbuhi Rambut. Bukan hanya itu, bagian matanya pun sulit untuk dikedipkan karena kelopaknya merekat dengan kulit di bawah alisnya.

Kendati demikian, anak pertama dari dua bersaudara ini masih bisa mendengar dan berbicara, walau tampak kesulitan untuk bicara dengan mulutnya yang juga ikut mengering.

Ari mengisi Hari-harinya dengan menjaga warung internet (warnet) dan mengaji di masjid. Saat menjaga warnet itulah, Ari menghabiskan waktunya untuk bermain games bersama teman-temannya. (Bgs/Red)

Baca Juga :  Pererat Talisilaturahmi, Begini Cara Alumni SMP YPPUI Ciledug