Beranda Berita Photo Laporan Cecil Dinilai Ngawur

Laporan Cecil Dinilai Ngawur

BERBAGI
kepala sekolah SMA 9 Tangsel saat memberi keterangan kepada para wartawan
kepala sekolah SMA 9 Tangsel saat memberi keterangan kepada para wartawan
kepala sekolah SMA 9 Tangsel saat memberi keterangan kepada para wartawan

Ciputat, Berita Tangsel OnTiga pelaku yang juga kakak kelas Cecil di SMA Negeri 9 Kota Tangerang Selatan, IAS, NP dan JLS menyangkal laporan yang dibuat Cecil ke pihak kepolisian. Menurut mereka, laporan yang dibuat korban ke kepolisian terlalu lebay dan tidak sesuai dengan fakta.

“Tidak ada itu pengeroyokan. Lebay banget sih, nyentuh badan juga engga. Kalau memang ada kekerasan langsung visum aja. Anak itu hanya dipanggil ke kelas dan kami sarankan untuk ganti pakaian. Sebab pakaian yang dikenakan terlalu ketat dan lengannya dipotong terlalu pendek. Daripada guru yang negor, lebih baik kita,” kata IAS.

IAS mengaku, sudah beberapa kali mengingatkan Cecil untuk tidak lagi mengenakan seragam terlalu ketat ke sekolah. Namun imbauan IAS ini ternyata malah disepelekan Cecil. Bahkan, IAS mengaku Cecil sempat menantangnya.

“Sudah diberi tahu sejak Senin (11/8) lalu, tapi malah nantangin,” kata dia.

Sementara JLS mengaku puncak peristiwanya terjadi pada Selasa (12/8). Saat itu, sedang ada latihan tari saman untuk pentas pada Rabu (13/8). IAS, PN dan JLS melihat Cecil masih mengenakan seragam ketat dan pendek. Ketiganya langsung menegur Cecil.

“Kita sempat tarik ke ruangan, lalu dua kancingnya copot. Kita kasih tahu lagi ke dia untuk suruh ganti bajunya,” kata dia.

Lantaran melihat dua kancing atas copot, ketiganya berinisiatif memberi baju ganti ke Cecil. Sayangnya, niat itu ditolak Cecil.

“Kita kasih baju lebih besar dan sempat meminta maaf, dia malah lemparin baju itu. Gue gak butuh, gue bisa beli sendiri,” kata JLS menirukan Cecil.

IAS, PN dan JLS mengaku menyesal telah berlaku kasar kepada Cecil. Meski begitu, apa yang dilakukan diakui mereka untuk kebaikan Cecil.

“Ini untuk kebaikan. Karena seragam yang dikenakan di sekolah ini tidak ada yang ketat,” kata JLS. (Dra)

Baca Juga :  Sering Diejek Jadi Alasan Guru Ngaji Ingin Ganti Nama ke Pengadilan Tangerang