Beranda Pendidikan Pembangunan SDN 01 Pondok Aren Menuai Masalah

Pembangunan SDN 01 Pondok Aren Menuai Masalah

BERBAGI

Arus Listrik Mengancam Jiwa Keselamatan Siswa

Citizen Journalis : Ari Sumari
9382093bangunan sekolahBerita Tangsel On
 – Disaat Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sedang melaksanakan safari pembangunan dengan tujuan menginformasikan kepada masyarakat terkait program kerja Pemerintah Daerah yang telah berjalan dan akan digulirkan. Dalam kesempatan itu, Walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany berharap masyarakat ikut berperan aktif dalam hal pengawasan dalam setiap pelaksanaan pembanguanan yang dibiayai oleh APBD, juga apabila masyarakat mengetahui pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor, tidak sesuai dengan standar yang diharapkan, masyarakat bisa langsung melaporkan ke instansi terkait.Ironisnya, salah satu proyek pembangunan tambahan ruang kelas (TRK), untuk SDN 01 dan 05, Pondok Aren yang terletak di Jalan Jombang Raya, Kelurahan Pondok Aren Kecamatan Pondok Aren kota Tangerang Selatan yang proses pembangunannya masih berjalan, sepertinya tidak memperhitungkan standar keselamatan. Hal ini diutarakan oleh ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Paragon (YLPKP) Kota Tangerang Selatan Puji Iman Jarkasih, yang meminta agar Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan segera mempertimbangkan proyek bangunan tambahan ruang kelas sekolah tersebut sebelum diselesaikan. Menurutnya, bangunan tersebut menempel dengan tiang listrik bertegangan tinggi. Bahkan rangka atap bangunan yang sudah terpasang dari baja ringan tersebut, dinilai sangat beresiko bagi kesehatan dan keselamatan. Sebab kabel yang melintas diatas  bangunan jaraknya hanya beberapa centi meter dari atap sekolah. “ Kami berharap Pemerintah harus mempertimbangkan segi keselamatan dan kesehatan dari pengaruh yang ditimbulkan oleh radiasi listrik, karena dampaknya akan merugikan semua pihak. Dan sebaiknya mencari lokasi yang relatif aman dan nyaman untuk proses belajar di sekolah tersebut,” ungkapnya. Masih kata Puji, Seyogyanya Pemerintah harus cermat dan bijak dalam menempatkan suatu bangunan pelayanan publik, seperti sekolah dan bangunan lainnya, “Masa pembangunan gedung sekolah dibangun di atas tegangan tinggi. Itu sama saja menciptakan generasi Kota Tangerang Selatan yang rentan dengan penyakit.. Bahaya tegangan tinggi tidak dirasakan saat ini. Tetapi akan dirasakan 15 – 25 tahun kemudian,’’ Tegasnya. Perlu diketahui anggaran pembangunan tambahan ruang kelas di dua gedung sekolah tersebut mencapai Rp 941.266.000, yang biayanya dari APBD Kota Tangerang Selatan tahun 2012, dikerjakan oleh CV Adhystie Pratama, dengan batas waktu pekerjaan selama 80 hari kalender(Yusuf Maulana)

Baca Juga :  Membentuk SDM Unggul Berkualitas