Beranda Pendidikan Pelepasan Siswa SMP 14 Tangsel Ajang Cuci Gudang Pertunjukan Seni Budaya

Pelepasan Siswa SMP 14 Tangsel Ajang Cuci Gudang Pertunjukan Seni Budaya

BERBAGI

007 - Pelepasan Siswa SMP 14 Tangsel Ajang Cuci Gudang Pertunjukan Seni BudayaBerita Tangsel On – Pelepasan Siswa kelas IX SMP Negeri 14 Tangsel, jadi ajang ‘Cuci Gudang’ bagi siswa sekolah tersebut untuk menampilkan karya seni budaya yang mereka geluti selama 3 tahun mengenyam pendidikan di sekolah itu. Hal itu terlihat sejak awal acara hingga akhir gelaran pelepasan siswa, semua kegiatan di isi sepenuhnya oleh seluruh siswa SMP Negeri 14 Tangsel. Dari upacara adat hingga pertunjukan seni budaya mewarnai kemeriahan acara yang berlangsung di gedung serba guna di bilangan Graha Raya Bintaro – Pondok Aren, Kamis (30/5). Acara yang bertajuk ‘Saat Terakhir Adalah Kenangan Terindah Di SMP’ ini, sebelumnya di isi berbagai seremoni oleh seluruh unsur pendidik di sekolah tersebut. Tak harus menunggu lama, para siswa yang sedari tadi bersiap untuk menampilkan kreasi seni, akhirnya antri satu persatu naik ke panggung berukuran 3×3 yang sebelumnya telah di siapkan panitia. Namun, kegembiraan para siswa untuk menampilkan seni masing – masing, seketika harus meneteskan air mata saat seorang siswa yang di ketahui salah satu siswa berprestasi di sekolah itu di daulat membacakan puisi sebagai pembuka acara. Entah siapa pengarangnya, isi puisi yang di bacakan siswa tersebut mampu menaikan emosi siswa lainnya. Bahkan beberapa guru yang duduk di bangku depan ikut larut ke dalam ritme puisi melankolis yang di bacakan siswa tersebut. Usai pembacaan puisi, suasanapun kembali berubah penuh canda tawa antar siswa setelah terdengar dentingan gitar akustik yang di mainkan seorang siswa mengiringi rekannya menyanyikan sebuah lagu. Lagu Bunda nya Melly Goeslaw pun mengalun di ruang gedung serba guna tersebut. Seperti itulah gambaran yang terjadi di sekolah itu. Selain pembacaan puisi dan lagu – lagu yang di bawakan siswa, juga ada tarian tarian daerah serta pertunjukan opera layaknya Overa Van Java yang tayang setiap malamnya di salah satu setasiun tv. Kepala SMP Negeri 14 Tangsel, H. Muslih kepada wartawan menjelaskan, perpisahan yang diselenggarakan kali ini merupakan yang terbesar dari acara perpisahan sebelumnya yang di adakan di sekolahnya. “Sejak sekolah ini berdiri, perpisahan hari ini  dirasakan yang paling meriah. Itu semua berkat kerja sama keluarga besar SMPN 14 Tangsel serta  keterlibatan pihak komite sekolah,” ungkap Muslih di sela – sela berlangsungnya acara. Dirinya juga mengatakan, pelaksanaan  perpisahan ini merupakan salah satu cara untuk memotivasi siswa untuk lebih kreatif menampilkan keterampilan yang di miliki di samping prioritas utama sehari – hari. Dimana, siswa selalu di hadapkan pada buku dan soal – soal mata pelajaran yang di berikan para guru di dalam kelas. “Saya katakan ini menjadi motivasi karena saya ingin para siswa setelah keluar dari sekolah ini memiliki bakat yang harus di kembangkan, di samping tugas pokok mereka agar terus belajar,” imbuhnya. Antara bakat dan prestasi, kata Muslih, jika di tekuni akan menjadi pemacu semangat siswa untuk di jadikan kebanggaan sekolah serta orang tua. Sebab menurutnya, masa – masa SMP menjadi cikal – bakal berkembangnya talenta siswa. “Bakat jika di padukan dengan prestasi akan menjadi modal untuk masa depan siswa. Apa lagi mereka dalam masa – masa transisi, talentanya pun masih terus berkembang,” tuntasnya. Valelentina Siwi, panitia pelaksana pelapasan siswa kelas IX SMP 14 Tangsel menambahkan, pertujukan seni yang di lakukan di sekolahnya memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu akademi meski di dalamnya terdapat perpaduan unsur seni budaya “Seni budaya tak bisa di pisahkan dari ilmu pengetahuan. Untuk itu, kami mendukung sekali adanya pertunjukan seni yang di tampilkan para siswa karena hal ini merupakan salah satu unsur akademi yang harus di pertahankan,” pungkasnya.(Ky/H)

Baca Juga :  Kurikulum 2013, Sudah Tepat Untuk Pendidikan Nasional