Beranda Bisnis Putra Ngawi Yang Sukses Berbisnis Usaha Barang Bekas Di Tangsel

Putra Ngawi Yang Sukses Berbisnis Usaha Barang Bekas Di Tangsel

BERBAGI
Berbagilah dengan :

Ladang Bisnis yang Menggiurkan

Reporter Citizen Journalis : Gondrong

75663792purwantoBerita Tangsel On – Barang bekas atau rongsokan, selalu dipandang sebelah mata bahkan dibuang, dicampakkan. Tak banyak yang mengerti kalau barang rongsokan juga punya nilai ekonomis. Sejumlah barang rongsokan bisa didaur ulang dan mendatangkan rupiah. Bahkan tak sedikit yang sukses menjadi pengusaha dengan omzet per bulan hingga ratusan juta rupiah. Menyebut barang rongsokan, kesan pertama yang muncul adalah barang yang tak bisa digunakan lagi, sampah. Siapa sangka, sampah rongsokan ini bisa menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. Jika pemulung berkeliling sendiri mengumpulkan barang-barang bekas untuk dijual, maka pasti ada pengepul atau orang yang menampung barang rongsokan tersebut sebelum diolah kembali. Mungkin ada yang beranggapan malu, gengsi jadi pengumpul barang bekas atau rongsokan. Padahal, pengepul inilah yang diam-diam bisa menangguk rezeki lumayan. Seperti apa yang dilakukan Sutrisno atau sering akrab disapa purwanto, pria kelahiran Ngawi 1978 ini Sudah 9 tahun menjalankan bisnis jual beli rongsokan sampai berhasil menjadikan barang bekas menjadi sebuah mata pencarian, bahkan sekarang bisa mempekerjakan orang dengan bisnis usaha barang bekas yang dibangunnya. Di sela-sela timbunan rongsokan/barang bekas, laki-laki berusia 35-an tahun tampak duduk manis, sambil menimbang barang yang datang. “Beginilah keseharian saya,” ujar sutrisno, Kamis siang (14/3). Setelah lulus SMA, pria dengan 2 orang anak ini bekerja sebagai perhutani atas permintaan orang tuanya. Namun ditengah keinginannya berwiraswasta, dia malah nekat berhenti dan memilih pergi ke jakarta untuk mengadu nasib. Keadaan membuat dia harus berpikir dan berjuang lebih keras sebelum memutuskannya. Pada awalnya ditahun 2004, dengan bermodalkan nekat dan niat, sutrisno sampai di jakarta berkeliling dari tempat ke lain mencari barang rongsokan dengan menggunakan gerobak, dan menjulanya dari lapak kelapak sambil mencari penadah yang mau membeli barang rongsokan. Usaha ini terus dilakukan sutrisno sampai pada akhirnya tahun demi tahun usahanya mulai berkembang hingga sampai mempunyai 3 unit mobil operasional dan omset perhari bisa mencapai 10 juta,” tuturnya. usaha yang dilakukan sutrisno berada diatas lahan seluas 1000m2 yang disewanya di Jl. Mujair Raya, Benda Apus Pamulang. “Usaha rongsok ini kini memiliki sejumlah pelanggan. Selain pabrik-pabrik yang sudah menjadi pelanggan tidak menutup kemungkinan dari tukang rongsok keliling, dari sejumlah warga perumahan juga kerap menjual barang bekas kelapaknya” jelasnya. “Bagi sebagian orang, bisnis rongsok memang dianggap usaha rendahan. Namun, karena keadaan dan keinginan untuk mengubah nasib yang sangat kuat bisnis apapun asalkan halal bisa ditekuni. “Pada awal saya memulai usaha ini, sempat tidak didukung orang tua. Mereka menganggap usaha yang saya jalankan ini tidak akan berhasil.” Namun, karena sangat yakin akan peluang bisnis ini, dia mampu membuktikan bahwa yang bisa menghasilkan sumber penghidupan bukan hanya sekedar jadi petani”, Tambahnya. Disinggung suka duka dari profesinya, suami dari Sri Wahyuni ini mengungkapkan lebih banyak dukanya, karena pekerjaan ini penuh dengan resiko dan terkadang merasa was-was. Dalam menggeluti bisnisnya, sutrisno mengaku tidak selalu berjalan mulus tanpa ada hambatan. Yang namanya usaha pasti akan ada hambatannya terutama dari modal”, imbuhnya Dengan usahanya kini, ada kebanggaan tersendiri yang dirasakan sutrisno. Selain bisa membahagiakan orangtuanya, dari bisnisnya juga ia sudah bisa membeli rumah di daerah perumahan Graha Indah Pamulang, bisa membeli mobil, motor. Selain itu sebagai seorang muslim, ia punya keinginan bisa segera naik haji. Namun demikian dengan apa yang ia telah capai saat ini, bukan berarti menjadi sombong. Ia beranggapan apa yang dimilikinya kini hanyalah titipan Tuhan. “Jangan lupa juga bersedekah, karena apa yang kita capai dalam bentuk materi hanyalah titipan Tuhan. Jangan sombong, jangan lupa juga sedekah kepada orang yang kurang mampu,” pungkasnya.(Eky)

Berbagilah dengan :