Beranda Bisnis Membangun Usaha Dari Barang Bekas

Membangun Usaha Dari Barang Bekas

BERBAGI

21696694Usman Pengusaha Barang BekasBerita Tangsel On – Bagi sebagian orang, barang rongsokan memang tak lagi bermanfaat, apalagi memiliki nilai jual. Namun tidak bagi Usman Warga Paku Jaya. Botol bekas, besi, seng, plastik juga kardus yang sudah usang, baginya ternyata bisa bermanfaat dan menghasilkan uang. Usaha dagang yang digeluti Usman bergerak di bidang jual beli barang bekas. Usman yang telah merintis usaha ini selama lebih dari 2 tahun itu mengais rezeki dengan memanfaatkan barang rongsokan sebagai sesuatu yang bisa mendatangkan uang, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia dibantu oleh 5 karyawannya yang tinggal di daerah paku jaya, tepatnya di daerah Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Barang bekas bagi mereka adalah hal yang akrab dengan keseharian mereka. Meski bisnis ini terkesan jorok dan banyak disebut bisnis pemulung, namun penghasilan perhari mencapai 2 Juta dan tidak jauh dari usaha – usaha yang lain. Usman bercerita, bisnis ini dirintisnya dari nol. Ia berhasil mengajak pula beberapa warga setempat untuk turut membantunya. Dituturkan Usman, barang rongsokan yang ia dapatkan berasal dari lapak ke lapak dan pemulung yang memang sudah menjadi langganannya, yang kebanyakan berasal dari sekitar Paku Jaya. Tapi tidak menutup kemungkinan, kalau unit dagang ini juga menerima barang rongsokan pemulung lain atau bahkan dari tetangganya sendiri. Saat menjualnya, unit dagang ini sudah memiliki beberapa langganan pabrik di Kota-kota  seperti, Bekasi, Serang dan Cengkareng yang siap membeli barang – barang bekasnya. Lantas, apa motivasi Usman mendirikan usaha dagang ini, “Awalnya sih hanya coba – coba, berhubung peluangnya bagus ya dilanjutkan saja,” ujarnya Usaha yang dulu sekedar coba – coba kini berbuah berkah. Hingga saat ini, unit dagang milik Usman telah memiliki beberapa gudang yang letaknya menjadi satu. Gudang yang satu, hanya digunakan untuk mengumpulkan besi bekas dan seng. Sementara barang bekas seperti plastik, kaleng, kardus, ember, dan barang – barang kecil lainnya dikumpulkan di satu gudang yang tertutup. Herman mengatakan, sejauh ini belum ada keluhan ataupun protes dari warga setempat atas usahanya ini. “Pasang surut, Bukan bisnis namanya jika tak mengalami pasang surut. Bisnis barang rongsokan pun sempat mengalami masa krisis ketika nilai tukar dolar turun dan membuat beberapa unit dagang, namun bisnis barang rongsokan yang dikelola oleh Herman ini tetap bisa bertahan”, Tuturnya. Meski bergerak di bidang jual beli barang bekas, Agus mengaku sangat berhati-hati dengan tidak menerima semua barang bekas untuk dijual. Barang seperti pipa dan rel termasuk dalam barang yang dicurigai dan tidak dibeli oleh unit dagang ini. “Kalo barang – barang jenis kayak gitu, atau barang yang masih agak baru, malah gak diterima, antisipasi aja, takutnya kalo itu barang curian,” Tambah Usman. Usaha yang telah ditekuni Usman sejak 2 Tahun ini telah membawa berkah bagi dirinya dan keluarga. Salah satu hal yang membuat ia dan rekan-rekannya tetap bertahan saat ini adalah rasa nyaman dan kekerabatan yang sudah sangat erat. Hampir tidak ada rasa duka dan tak enak dalam menggeluti usaha ini, semuanya dijalani mereka dengan hati ikhlas. Harapan mereka, bisnis jual beli barang rongsokan ini tetap bisa bertahan di tengah arus bisnis modern saat ini sehingga eksistensinya tetap terjaga”, Pungkasnya.(Eky)

Bagikan :