BERITATANGSEL.COM — Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri event ke pasar internasional. Berbagai event berskala besar yang diselenggarakan di Tanah Air menunjukkan bahwa kemampuan penyelenggara lokal semakin matang dan mampu menarik perhatian publik dalam jumlah besar.
Salah satu contoh terkini adalah Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Tangerang. Selama 11 hari penyelenggaraan, GIIAS 2026 mencatat total 496.378 pengunjung, meningkat sekitar 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Memasuki penyelenggaraan yang ke-33, GIIAS semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pameran otomotif terbesar di dunia dan menjadi salah satu ajang otomotif terbesar di luar Tiongkok.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki pasar yang besar, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan event dengan skala dan daya tarik yang semakin kompetitif.
Pertanyaannya kemudian adalah: apakah event yang telah sukses di pasar domestik dapat dibawa ke panggung internasional?
Jawabannya sangat mungkin. Namun, untuk menuju ke sana, penyelenggara membutuhkan strategi yang matang, bukan sekadar memindahkan lokasi acara dari Indonesia ke negara lain.
Dari Kesuksesan Lokal Menuju Pasar Global
Setelah sebuah event memiliki kinerja yang kuat di pasar domestik, langkah berikutnya adalah mempertimbangkan ekspansi pasar dan bagaimana meraih audiens global.
Kehadiran sebuah event di luar negeri dapat membuka akses langsung ke pasar internasional yang sebelumnya mungkin sulit dijangkau. Pada saat yang sama, ekspansi tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan produk, jasa, kreativitas, dan inovasi lokal ke panggung global.
Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan jumlah pengunjung. Secara ekonomi, ekspansi event ke pasar internasional berpotensi meningkatkan peluang investasi asing, membuka jaringan bisnis baru, memperluas peluang ekspor, serta meningkatkan citra dan kredibilitas produk Indonesia.
Lebih jauh lagi, kompetisi internasional akan mendorong penyelenggara maupun peserta dari Indonesia untuk meningkatkan kualitas produk dan jasa agar mampu memenuhi standar global.
Namun, proses menuju event berskala internasional harus dilakukan secara sistematis. Setidaknya terdapat empat aspek utama yang perlu dipersiapkan.
1. Menentukan Strategi Dasar dan Proposisi Nilai
Sebelum mengundang audiens internasional, penyelenggara harus mampu menjawab satu pertanyaan fundamental:
Mengapa audiens internasional harus datang ke event ini?
Jawabannya menjadi dasar dari proposisi nilai atau value proposition event.
Menentukan “Daya Tarik Global”
Setiap event harus memiliki keunikan yang dapat diterima oleh pasar internasional. Audiens global tidak akan melakukan perjalanan jauh hanya untuk menikmati konten yang sama dengan yang tersedia di negara mereka sendiri.
Karena itu, penyelenggara perlu menentukan global appeal yang menjadi pembeda utama event.
Keunikan tersebut dapat berupa produk lokal yang memiliki karakter kuat, inovasi teknologi, budaya, jaringan bisnis, pengalaman pengunjung, komunitas, maupun kombinasi berbagai elemen yang sulit ditemukan di event lain.
Memilih Wilayah Target
Ekspansi internasional juga tidak berarti harus langsung menyasar seluruh dunia.
Pendekatan yang lebih realistis adalah memilih satu atau dua pasar prioritas yang memiliki kesesuaian demografis, ekonomi, industri, atau budaya dengan tema event.
Pemilihan pasar yang fokus akan membuat strategi pemasaran, kemitraan, investasi, dan komunikasi menjadi lebih efektif.
Menganalisis Kompetitor Global
Penyelenggara perlu mempelajari event internasional yang telah mapan di industri yang sama.
Analisis tersebut bukan untuk meniru, melainkan untuk menemukan celah yang belum banyak diisi oleh kompetitor.
Dari sinilah event lokal dapat membangun diferensiasi dan menciptakan posisi yang lebih kuat di pasar global.
2. Memperkuat Struktur Hukum, Keuangan, dan Kepatuhan
Membawa event ke luar negeri berarti berhadapan dengan sistem hukum dan regulasi yang berbeda.
Aspek legal, perpajakan, perizinan, pembayaran, kontrak, hingga perlindungan terhadap peserta dan vendor harus dipersiapkan sejak awal.
Strategi Pajak Multi-Negara dan Mata Uang
Sistem pembayaran harus mampu menerima transaksi internasional, termasuk kartu pembayaran global dan berbagai mata uang.
Penyelenggara juga perlu memperhitungkan ketentuan pajak di negara tujuan, termasuk VAT atau pajak penjualan yang berlaku.
Struktur harga tiket, biaya exhibitor, sponsorship, hingga transaksi dengan vendor internasional perlu disusun dengan mempertimbangkan regulasi lokal.
Dukungan Visa dan Imigrasi
Kemudahan bagi delegasi internasional merupakan bagian penting dari pengalaman event.
Penyelenggara dapat bekerja sama dengan pihak berwenang dan mitra terkait untuk membantu proses administrasi perjalanan, termasuk menyediakan surat undangan resmi bagi delegasi atau pembicara internasional apabila diperlukan.
Pemilihan kota dan venue juga harus mempertimbangkan akses penerbangan internasional serta kemudahan transportasi.
Asuransi Internasional
Risiko penyelenggaraan event internasional lebih kompleks dibandingkan event domestik.
Karena itu, perlindungan asuransi perlu mencakup tanggung jawab hukum, peserta, vendor, properti, serta berbagai risiko yang berkaitan dengan penyelenggaraan event lintas negara.
3. Membangun Pemasaran Global dan Akuisisi Audiens
Event internasional membutuhkan strategi pemasaran yang mampu menembus batas geografis.
Tidak cukup hanya mengandalkan promosi melalui media lokal. Penyelenggara perlu membangun ekosistem digital dan jaringan komunikasi yang dapat menjangkau audiens internasional.
Infrastruktur Digital Internasional
Website dan seluruh kanal digital event harus dirancang untuk audiens global.
Informasi penting seperti tiket, agenda, pembicara, exhibitor, venue, akomodasi, transportasi, dan informasi perjalanan sebaiknya tersedia dalam beberapa bahasa utama.
Kecepatan dan stabilitas akses website juga menjadi bagian penting dari pengalaman calon peserta internasional.
Membangun Kemitraan Strategis
Penyelenggara dapat menggandeng berbagai institusi yang memiliki jaringan internasional.
Di antaranya adalah Destination Marketing Organization (DMO), Tourism Board, kamar dagang, asosiasi industri, komunitas bisnis, institusi pendidikan, maupun organisasi internasional.
Kemitraan tersebut dapat membantu event memperoleh akses kepada audiens, exhibitor, investor, pembicara, dan calon sponsor dari negara target.
Menghadirkan Pembicara dan Influencer Global
Kehadiran pembicara internasional yang memiliki reputasi di bidangnya dapat meningkatkan kredibilitas event.
Demikian pula dengan influencer atau key opinion leader yang memiliki jaringan audiens internasional.
Mereka bukan hanya berfungsi sebagai pengisi acara, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi komunikasi global melalui jaringan dan komunitas yang mereka miliki.
4. Memastikan Kesiapan Operasional dan Venue
Pengunjung internasional memiliki ekspektasi yang berbeda terhadap sebuah event.
Karena itu, kualitas operasional harus menjadi perhatian utama.
Integrasi Perjalanan dan Perhotelan
Penyelenggara dapat membangun kerja sama dengan maskapai penerbangan, perusahaan transportasi, dan hotel.
Program seperti kode diskon penerbangan, paket perjalanan, serta room block di berbagai kelas hotel dapat membantu memudahkan perjalanan peserta internasional.
Konsep ini sekaligus dapat mengubah event menjadi bagian dari pengalaman destinasi wisata.
Memperhatikan Zona Waktu dan Jet Lag
Jika event menghadirkan peserta dari berbagai negara, jadwal acara perlu dirancang secara cermat.
Sesi penting sebaiknya tidak ditempatkan pada waktu yang terlalu berat bagi peserta yang baru tiba dari perjalanan panjang.
Pengaturan waktu makan, istirahat, networking, dan agenda utama juga perlu mempertimbangkan perbedaan budaya.
Aksesibilitas dan Penerjemahan
Bahasa tidak boleh menjadi hambatan bagi peserta internasional.
Penyelenggara dapat menyediakan penerjemahan langsung atau simultaneous interpretation untuk sesi tertentu, terutama yang melibatkan pembicara dan peserta dari berbagai negara.
Papan informasi dan petunjuk venue juga idealnya tersedia dalam beberapa bahasa.
Selain itu, standar aksesibilitas bagi penyandang disabilitas perlu menjadi bagian dari perencanaan sejak awal.
Jangan Sekadar Membawa Event ke Luar Negeri
Pada akhirnya, go international bukan hanya persoalan memindahkan sebuah event dari Indonesia ke negara lain.
Ekspansi internasional harus dibangun berdasarkan strategi, diferensiasi, kesiapan operasional, kemitraan, serta pemahaman terhadap karakter pasar tujuan.
Event yang sukses di Indonesia memiliki modal awal berupa reputasi, komunitas, pengalaman penyelenggaraan, serta basis industri yang telah terbentuk. Modal tersebut harus dikembangkan menjadi sebuah international proposition yang relevan bagi audiens global.
Jika dirancang dengan tepat, event Indonesia dapat menjadi lebih dari sekadar tempat berkumpulnya peserta dan pelaku industri. Event dapat menjadi platform diplomasi ekonomi, promosi produk lokal, pertukaran pengetahuan, pengembangan industri kreatif, serta pintu masuk investasi dan perdagangan internasional.
Kesuksesan event-event besar di Indonesia seharusnya menjadi momentum untuk berpikir lebih jauh.
Bukan hanya bagaimana membuat event yang besar di Indonesia, tetapi juga bagaimana membawa keunggulan event Indonesia untuk dikenal, dipercaya, dan memiliki posisi di pasar global.
Indonesia memiliki pasar yang besar. Kini tantangannya adalah mengubah kekuatan tersebut menjadi daya saing internasional.
Penulis:
Hanesman Alkhair, S.E., M.M.
Dosen S1 Event, Universitas Prasetiya Mulya
dikirim pada 28 Agustus 2026










