Pertama Kali Launching Program Sedekah Minyak Jelantah “MIJEL” di RT 011 RW 01 Pondok Betung

banner 468x60

Beritatangsel.com — Warga RT 011 RW 01, Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “Sedekah Minyak Jelantah (MIJEL): Dari Limbah Jadi Berkah” pada Minggu (18/01/2026) di Halaman Masjid Ar-rayyan.

‎Program ini bertujuan mengubah limbah minyak goreng bekas menjadi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.



‎Ketua RT 011 RW 01, Bapak Muklis S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa program MIJEL lahir dari kesadaran warga akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bertanggung jawab.

‎“Minyak goreng bekas yang biasanya dibuang sembarangan bisa dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat. Dengan MIJEL, limbah rumah tangga bisa menjadi sumber berkah bagi warga sekitar,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250



‎Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Pondok Betung, Jalaludin, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif warga.

‎Ia menekankan bahwa program seperti MIJEL tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membangun solidaritas sosial di masyarakat.

‎“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Semoga menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengelola limbah rumah tangga secara kreatif dan bermanfaat,” kata Jalaludin.



‎Peluncuran program ini diwarnai antusiasme warga yang datang membawa minyak goreng bekas dari rumah masing-masing.

‎Suasana terlihat ramai dan hangat, dengan warga saling bergotong-royong menaruh minyak bekas ke posko pengumpulan.

‎Beberapa warga bahkan ikut membantu menimbang dan mencatat jumlah minyak yang diserahkan, menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan sosial ini.

‎Program MIJEL terbuka untuk seluruh warga Pondok Betung dan sekitarnya. Dalam hal ini RT 011/01 bekerjasama dengan Rumah Sosial Kutub yang memiliki Program TERSENYUM (Terima Sedekah Minyak Jelantah untuk Mereka).



‎Fadli menyampaikan bahwa “program ini memiliki tiga nilai utama atau filosofi dasar yaitu yang pertama Hidup Bersih : Mengajak masyarakat untuk tidak membuang limbah minyak jelantah sembarangan (seperti ke saluran air) yang dapat mencemari lingkungan.

‎Yang kedua Hidup Sehat: Mengedukasi masyarakat agar tidak menggunakan minyak goreng secara berulang-ulang (lebih dari 2-3 kali) demi kesehatan tubuh.

‎Dan yang ketiga Hidup Berkah: Mengonversi limbah minyak jelantah menjadi nilai ekonomi yang disedekahkan untuk berbagai program sosial.

‎Minyak goreng bekas yang terkumpul akan diolah menjadi berbagai produk ramah lingkungan, seperti biodiesel, sabun, dan bahan baku industri lainnya.”

‎Hasil pengolahan nantinya akan digunakan untuk kegiatan program ke RT an, sehingga limbah yang biasanya menjadi masalah justru dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga.



‎Peluncuran program ini diharapkan mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan serta memanfaatkan sumber daya secara maksimal. Dengan MIJEL, Pondok Betung menjadi pionir di Tangerang Selatan dalam pengelolaan limbah minyak goreng yang kreatif dan bermanfaat.

(Alan Pratama)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *